Sesudah menyalahkan empat lembar periksa

Dalam membuat, penyelesaian
kasus korupsi Rsud bob bazar oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kalianda lampung selatan Pengadilan Negeri Tanjungkarang meng-adakan bersalah untuk tiga terdakwa

masalah-masalah gratifikasi proyek Rumah Sakit Awam Tempat (RSUD) Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan. Tiga mengembangkan adalah Direktur RSUD Bob Bazar kepala panitia lelang Ketiga terdakwa memintasi sidang mengubah sebab berkas perkaranya dipisah Yang pertama Sesudah penyusunan yang demikian baru

berujar semua tertuduh rupanya bersalah dan dihukum pidana penjara sekitar satu tahun dan dua bulan Majelis hakim merenungkan terdakwa rupanya mengemban tindak pidana yang telah mengangkat dan ditambah dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana www.rsudbobbazar.com

 

Kasus korupsi memutilasi gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar kalianda lampung unsur selatan Tiga terduga Gratifikasi Kasus korupsi rsud bob bazar Di samping pidana penjara, majelis hakim malahan menghukum ketiga terdakwa dengan pidana denda tiap-tiap Rp 50 juta subsidair empat bulan bertapa. 

 Para terdakwa bahkan menyekap menunaikan uang substitusi yang besarannya berbeda-beda sebesar Rp 800 juta dikurangi duit titipan sebesar Rp 300 juta. Sehingga Armen harus merubah duit kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sekiranya Armen tak bisa hal dpt dihukum kelemahan fulus substitusi sesudah satu bulan putusan kemustajaban regulasi pasti karenanya harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan hal yang demikian.

Bila Armen tak mempunyai harta benda yang mencukupi guna menutupi kelemahan fulus substitusi, karenanya dipidana penjara selama 10 bulan. Terdakwa Joni dihukum menunaikan fulus substitusi sebesar Rp 150 juta. Tapi Joni telah menitipkan fulus pembayaran fulus substitusi sebesar Rp 150 juta.

karenanya Robinson masih harus mengakhiri menipiskan duit substitusi sebesar Rp 1,447 miliar. Di dalam dakwaan jaksa, terbongkar bahwa Armen dan Joni mengaitkan empat lembar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa yaitusaksi Subadra Tholib dan Sutarman.

menganugerahkan cek ini sebab kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek perlengkapan kesehatan Jaksa mengaku RSUD Bob Bazar melaksanakan profesi pengadaan perlengkapan kesehatan dan kedokteran yang bersumber dari dana jatah khusus 

Pada pertemuan mencurangiurusan yang demikian disepakati panitia lelang akan memenangkan PT Hutama dan rekanan akan menyerahkan fee sebesar 20 persen dari skor kontrak guna Pada pengamalan lelang panitia lelang memenangkan 

Sesudah kerja selesai, Subadra menyerahkan tiga lembar periksa Bank Lampung ke Armen via Joni. Padahal Sutarman menyerahkan satu lembar periksa Bank Lampung segera ke Armen.Empat lembar periksa tersebut senilai Rp 2,4 miliar.

urusan yang demikian, Berakhir mencairkan cek, Joni dan Robinson menyerahkan untuk Armen di tempat tinggal Armen. Armen memberikan Joni sebesar Rp 150 juta dan Robinson sebesar Rp 1,5 miliar.

Padahal Armen menghidangkan Rp 800 juta. Sesudah sempat buron (DPO), dua terdakwa problem korupsi pengadaan kelengkapan kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan,

kesudahannya menekuni sidang dengan kegiatan pembacaan putusan yang digelar di PN Tanjungkarang

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur merumuskan kedua tertuduh tersebut tiap dihukum selama 1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diharuskan guna membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan tersebut tertuduh menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir.

Putusan tersebut pasti dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa sekitar satu tahun dan delapan bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya deskripsi majelis hakim mendengungkan hal-hal yang memberatkan tindakan tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam pemusnahan pemusnahan korupsi, Para terdakwa tak mengakui terus berkilauan perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Kedua terdakwa sebelumnya sudah masuk susunan penelitian DPO terkait masalah korupsi perbaikan peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan di tempat persembunyiannya, 

mereka-rekakorupsi politik di Indonesia terus menjadi disiarkan utama harian di media Indonesia dan menghasilkan tidak sedikit perdebatan sengit dan diskusi sengit. 

Di kalangan semua jawaban atas pertanyaan apakah korupsi di Indonesia berakar pada masyarakat tradisional prakolonial, pembasmian yang selaras menyerupai singkat atau pemerintah independen Indonesia berikutnya. Namun, jawaban tegas belum dapat ditemukan. Bagi masa yang bakal datang, 

mengingini fakta bahwa korupsi di ranah politik, yudikatif dan perusahaan Indonesia terdapat dan tersebar luas walaupun ada sejumlah tanda 

Meskipun ada tidak sedikit contoh korupsi di inisiatif Indonesia sebelumnya, anda memandang sebagai titik mula

kita yang ditandai oleh perkembangan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan yang mengesankan dengan menokoh masing-masing tahun antara tahun-tahun tetapi pun terkenal dengan sifatnya yang korup. memakai sistem patronase guna meyakinkan kesetiaan bawahannya, 

memimpin suporter Sebagai gantinya kemungkinan angin bisnis atau posisi politik dapat mengandalkan sokongan mereka. aparat berusaha memberantas dan sumber dayanya yang besar, ia menjadi puncak dari sistem politik dan ekonomi nasional 

Iklan

Dipidana penjara selama 10 bulan

permasalahan gratifikasi proyek Rumah Sakit Awam Tempat (RSUD) Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan. Tiga menyerukan adalah Direktur RSUD Bob Bazar pemimpin panitia lelang Ketiga terdakwa memintasi sidang menyesatkan sebab berkas perkaranya dipisah Yang pertama Sesudah aktualitas yang demikian baru

kosakata semua tertuduh rupanya bersalah dan dihukum pidana penjara sekitar satu tahun dan dua bulan Majelis hakim mempertimbangkan terdakwa rupanya mengemban tindak pidana yang telah mengolah dan ditambah dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi

Dipidana penjara selama 10 bulan rsud bob bazar korupsi

Putusan Hakim
untuk menyatakan bersalah

asus korupsi menyeret gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar kalianda lampung unsur selatan Tiga terduga Gratifikasi Kasus korupsi rsud bob bazar Di samping pidana penjara, majelis hakim malahan menghukum ketiga terdakwa dengan pidana denda tiap-tiap Rp 50 juta subsidair empat bulan menggores di Kasus Korupsi Rsud bob bazar

 Para terdakwa bahkan kesalahan menunaikan uang substitusi yang besarannya berbeda-beda sebesar Rp 800 juta dikurangi duit titipan sebesar Rp 300 juta. Sehingga Armen harus merubah duit kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sekiranya Armen tak bisa kewajiban kelemahan fulus substitusi sesudah satu bulan putusan daya regulasi bertubrukan karenanya harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan hal yang demikian.

Bila Armen tak mempunyai harta benda yang mencukupi guna menutupi kelemahan fulus substitusi, . Terdakwa Joni dihukum menunaikan fulus substitusi sebesar Rp 150 juta. Tapi Joni telah menitipkan fulus pembayaran fulus substitusi sebesar Rp 150 juta.

vonis penjara
kasus korupsi Rsud bob bazar

karenanya Robinson masih harus terdapat di atas kekurangan duit substitusi sebesar Rp 1,447 miliar. Di dalam dakwaan jaksa, terbongkar bahwa Armen dan Joni menghimpun empat lembar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa yaitusaksi Subadra Tholib dan Sutarman.

menyodorkan cek ini sebab kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek perlengkapan kesehatan Jaksa mengaku RSUD Bob Bazar melaksanakan profesi pengadaan perlengkapan kesehatan dan kedokteran yang bersumber dari dana jatah khusus 

Pada pertemuan mengeloskanurusan yang demikian disepakati panitia lelang akan memenangkan PT Hutama dan rekanan akan menyerahkan fee sebesar 20 persen dari skor kontrak guna Pada pengamalan lelang panitia lelang memenangkan 

Sesudah kegembiraan perjalanan selesai, Subadra menyerahkan tiga lembar periksa Bank Lampung ke Armen via Joni. Padahal Sutarman menyerahkan satu lembar periksa Bank Lampung segera ke Armen.Empat lembar periksa tersebut senilai Rp 2,4 miliar.

Terkait Kasus
kasus korupsi Rsud bob bazar kalianda lampung selatan

Sesudah mencagarkan empat lembar periksa urusan yang demikian, Berakhir mencairkan cek, Joni dan Robinson menyerahkan untuk Armen di tempat tinggal Armen. Armen memberikan Joni sebesar Rp 150 juta dan Robinson sebesar Rp 1,5 miliar.

Padahal Armen mengecapkan Rp 800 juta. Sesudah sempat buron (DPO), dua terdakwa problem korupsi pengadaan kelengkapan kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan,

kesudahannya menghadapi sidang dengan kegiatan pembacaan putusan yang digelar di PN Tanjungkarang

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur memaklumkan kedua tertuduh tersebut tiap dihukum selama 1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diharuskan guna membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan tersebut tertuduh menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir.

Putusan tersebut aman dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa sekitar satu tahun dan delapan bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya interpretasi majelis hakim mendengungkan hal-hal yang memberatkan tindakan tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam penghilangan korupsi, Para terdakwa tak mengakui terus berkilauan perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Kedua terdakwa sebelumnya sudah masuk susunan perburuan DPO terkait masalah korupsi penyelesaian peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan di tempat persembunyiannya, 

mempersiapkankorupsi politik di Indonesia terus menjadi pewartaan utama harian di media Indonesia dan menghasilkan tidak sedikit perdebatan sengit dan diskusi sengit. 

Di kalangan semua jawaban atas pertanyaan apakah korupsi di Indonesia berakar pada masyarakat tradisional prakolonial, pembasmian yang melaraskan singkat atau pemerintah independen Indonesia berikutnya. Namun, jawaban tegas belum dapat ditemukan. Bagi masa yang bakal datang, 

seharusnya mempunyai kerela-an bahwa korupsi di ranah politik, yudikatif dan perusahaan Indonesia terdapat dan tersebar luas walaupun ada sejumlah tanda 

Meskipun ada tidak sedikit contoh korupsi di asal Indonesia sebelumnya, anda memandang sebagai titik mula

kita yang ditandai oleh perkembangan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan yang mengesankan dengan memperolok masing-masing tahun antara tahun-tahun tetapi pun terkenal dengan sifatnya yang korup. memakai sistem patronase guna meyakinkan kesetiaan bawahannya, 

memimpin pendompleng Sebagai gantinya sebab bisnis atau posisi politik dapat mengandalkan sokongan mereka. aparat berusaha memberantas dan sumber dayanya yang besar, ia menjadi puncak dari sistem politik dan ekonomi nasional di Kasus Korupsi Rsud bob bazar

berujar semua tertuduh rupanya

bersalah dan dihukum pidana penjara sekitar satu tahun dan dua bulan Majelis hakim bersangka terdakwa rupanya mengemban tindak pidana yang telah mengoperkan merawat dan ditambah dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kasus Korupsi Rsud bob bazar

Kasus korupsi mengerasmemadat gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar kalianda lampung unsur selatan Tiga terduga Gratifikasi Kasus korupsi rsud bob bazar Di samping pidana penjara, majelis hakim malahan menghukum ketiga terdakwa dengan pidana denda tiap-tiap Rp 50 juta subsidair empat bulan terpenjara Kasus Korupsi

 

berita kasus korupsi bob bazar

 Para terdakwa bahkan menggerumuk menunaikan uang substitusi yang besarannya berbeda-beda sebesar Rp 800 juta dikurangi duit titipan sebesar Rp 300 juta. Sehingga Armen harus merubah duit kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sekiranya Armen tak bisa pertanggungan kelemahan fulus substitusi sesudah satu bulan putusan kesanggupan regulasi sip karenanya harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan hal yang demikian.

Bila Armen tak mempunyai harta benda yang mencukupi guna menutupi kelemahan fulus substitusi, karenanya dipidana penjara selama 10 bulan. Terdakwa Joni dihukum menunaikan fulus substitusi sebesar Rp 150 juta. Tapi Joni telah menitipkan fulus pembayaran fulus substitusi sebesar Rp 150 juta.

karenanya Robinson masih harus membukut menipiskan duit substitusi sebesar Rp 1,447 miliar. Di dalam dakwaan jaksa, terbongkar bahwa Armen dan Joni mengerapkan empat lembar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa yaitusaksi Subadra Tholib dan Sutarman.

menawarkan cek ini sebab kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek perlengkapan kesehatan Jaksa mengaku RSUD Bob Bazar melaksanakan profesi pengadaan perlengkapan kesehatan dan kedokteran yang bersumber dari dana jatah khusus 

Pada pertemuan mengaminiurusan yang demikian disepakati panitia lelang akan memenangkan PT Hutama dan rekanan akan menyerahkan fee sebesar 20 persen dari skor kontrak guna Pada pengamalan lelang panitia lelang memenangkan 

Sesudah kegiatan selesai, Subadra menyerahkan tiga lembar periksa Bank Lampung ke Armen via Joni. Padahal Sutarman menyerahkan satu lembar periksa Bank Lampung segera ke Armen.Empat lembar periksa tersebut senilai Rp 2,4 miliar.

Terkait Kasus penetapan
kasus korupsi Rsud bob bazar kalianda lampung selatan

Sesudah menggadaikan empat lembar periksa urusan yang demikian, Berakhir mencairkan cek, Joni dan Robinson menyerahkan untuk Armen di tempat tinggal Armen. Armen memberikan Joni sebesar Rp 150 juta dan Robinson sebesar Rp 1,5 miliar.

 

Padahal Armen mengungsikan Rp 800 juta. Sesudah sempat buron (DPO), dua terdakwa problem korupsi pengadaan kelengkapan kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan,

kesudahannya menghadapi sidang dengan kegiatan pembacaan putusan yang digelar di PN Tanjungkarang

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur mengatakan mengucapkan kedua tertuduh tersebut tiap dihukum selama 1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diharuskan guna membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan tersebut tertuduh menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir.

Putusan tersebut pagan dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa sekitar satu tahun dan delapan bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya keyakinan maksud majelis hakim mendengungkan hal-hal yang memberatkan tindakan tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam pengikisan pemberantasan korupsi, Para terdakwa tak mengakui terus berkilauan perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Kedua terdakwa sebelumnya sudah masuk susunan pelacakan DPO terkait masalah korupsi penggabungan peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan di tempat persembunyiannya, 

membuatkorupsi politik di Indonesia terus menjadi mengartikan utama harian di media Indonesia dan menghasilkan tidak sedikit perdebatan sengit dan diskusi sengit. 

Di kalangan semua jawaban atas pertanyaan apakah korupsi di Indonesia berakar pada masyarakat tradisional prakolonial, pembasmian yang serupa seperti singkat atau pemerintah independen Indonesia berikutnya. Namun, jawaban tegas belum dapat ditemukan. Bagi masa yang bakal datang, 

menyangkut perkenan bahwa korupsi di ranah politik, yudikatif dan perusahaan Indonesia terdapat dan tersebar luas walaupun ada sejumlah tanda 

Meskipun ada tidak sedikit contoh korupsi di mulanya Indonesia sebelumnya, anda memandang sebagai titik mula

kita yang ditandai oleh perkembangan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan yang mengesankan dengan dorongan masing-masing tahun antara tahun-tahun tetapi pun terkenal dengan sifatnya yang korup. memakai sistem patronase guna meyakinkan kesetiaan bawahannya, Kasus Korupsi

memimpin hadirin Sebagai gantinya sebab bisnis atau posisi politik dapat mengandalkan sokongan mereka. aparat berusaha memberantas dan sumber dayanya yang besar, ia menjadi puncak dari sistem politik dan ekonomi nasional 

Tiga orang Terdakwa di Kalianda

Disinggung kapan dua terduga Kasus Korupsi Rsud bob bazar alkes kalianda lampung selatan  dilimpahkan, M Anwar menegaskan andai  pengembangan dan pendalaman hal yang demikian  telah  selesai, secepatnya pihaknya bakal langsung membanyakkan nya , oleh sebab tu yg menjadi gratifikasi perangkat  kesehatan dan kedokteran hal yang demikian  sudah komplit.

Terdakwa kasus korupsi bob bazar kalianda lampung

kasus korupsi rsud bob bazar

Dua buron situasi sulit  korupsi proyek perangkat  kesehatan (alkes) Rumah Sakit Lazim Tempat (RSUD) Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Sutarman dan Subadra Tholi,dibekuk Regu Subdit III Direktorat Reserse Hukum Khusus Polda Lampung, pada Sabtu lalu. Polisi menciduk kedua tersangka,di dua lokasi  bertolak belakang dalam hal Kasus Korupsi Rsud bob bazar

Direktur Reserse Kriminalitas Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Dicky Patrianegara, menuliskan tadinya petugas menciduk Sutarman di guest house Wisma Anggrek di jalan Rawa Buntu Utara, Bumi Serpong Tentram, Tangerang, Banten. Lalu petugas berhasil menciduk  Subadra Tholib, saat sedang di lokasi Parkir Terminal Kampung Rambutan,
Kedua buron itu merupakan pihak rekanan dari PT Hutama Sejahtera Radofa yang memenangkan tender proyek alkes RSUD Bob Bazar, Kalianda tahun 2015 dengan skor sangkaan .

Dikatakannya, pihaknya memastikan Sutarman dan Subadra Tholib, dalam susunan penyelidikan orang (DPO) Penetapan DPO hal yang demikian, tertuangdalam surat Nomor: DPO/10/IX/Subdit

“Kedua terduga menjadi buronan, karena dua kali absen panggilan penyidik guna  dilakukan  pelimpahan etape* dua ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung,”ungkapnya.

Dari pernyataan kedua buronan hal yang demikian, kata Dicky, sekitar dalam pelariannya mereka bermigrasi-pindah daerah. Dalam persembunyiannya sejak  dua bulan terakhir ini, keduanya sedang di Jakarta.

Dicky mengutarakan, dalam perkara hal yang demikian, pihaknya memastikan lima orang sebagai tersangka, dari kelima terduga tiga terduga lainnya,Armen Patria eks Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda, kemudian Joni Gunawan eks ketua panitia lelang dan Robinson selaku penghubung.

“Armen, Joni dan Robinson sempat menjadi buronan, namun akibatnya ketiganya memberikan diri,”terangnya Ketiga terduga Armen, Joni dan Robinson sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang sejumlah  masa-masa  lalu. Dalam persidangan, Armen dan Joni,
mendapatkan empat eksemplar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari Sutarman dan Subadra Tholib selaku pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa (PT.HSR).

Para terpidana kasus korupsi bob bazar kalianda lampung

Cek itu diserahkan karena Armen dan Joni memenangkan PT HSR sebagai perusahaan yang menggarap  proyek alkes RSUD Bob Bazar Kalianda tahun sangkaan  2015.

Sesudah sempat buron (DPO), dua tertuduh persoalan  korupsi pengadaan kelengkapan  kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan, Sutarman dan Subadri Thalib, kesudahannya menjalani sidang dengan aktivitas  pembacaan putusan yang dilangsungkan di PN Tanjungkarang, Rabu sore. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur menuturkan kedua tertuduh  itu  tiap  dihukum sekitar  1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diwajibkan.
untuk menunaikan  denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan itu tertuduh mengaku  terima, sementara  JPU pikir-pikir.
Putusan itu lebih enteng  dari tuntutan Jaksa Penuntut Biasa (JPU) yang sebelumnya menuntut tertuduh  sekitar setahun  dan delapan bulan penjara.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim mengucapkan  hal-hal yang memberatkan perbuatan  tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam pembinasaan korupsi,Para tertuduh tak mengakui terus cemerlang  perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua tertuduh memiliki  tanggungan keluarga.Kedua tertuduh sebelumnya telah  masuk susunan  penyelidikan  orang (DPO),

bersangkutan problem korupsi pengandaan peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan

Sutarman dan Subadri Thalib, diringkus Regu Reskrim Polda Lampung, di lokasi persembunyiannya, di Jakarta  Sutarman, diringkus disebuah penginapan di kawasan  Serpong, Tangerang, Banten, pada Sabtu lalu. Sementara Subadrri Thalib, diringkus saat  berada diarela parker,
Terminal Rambutan, Jakarta Timur. Mereka yaitu dua dari lima terduga  masalah korupsi pengadaan perangkat kesehatan dan kedokteran RSUD Bob Bazar Kalianda,bernilai Rp10 miliar.
Tersangka berinisial ST anda tangkap dikala bersembunyi di suatu  penginapan di kawasan serpong, Tangerang, Banten, pada Sabtu
Padahal, terduga  berinisial SB diringkus di areal parkir terminal Kampung Rambutan,

kata Wakil Direktur Hukum Khusus Polda Lampung, AKBP M Anwar sejumlah masa-masa lalu.Anwar diantar Kasubdit 3 Tipikor Hukum Lazim Polda Lampung, Kompol Yoni Rizal Kova, dan Kasubbid Penmas Polda Lampung, Kompol Buyamin Rene,ketika ekspose di ruang Meeting Room Ditkrimsus Polda Lampung, pada Kamis lalu.
Menurut penjelasan dari  M Anwar, kronologi penangkapannya bermula pihaknya memperoleh isu dari petugas terkait persembunyian kedua DPO hal yang demikian. Sebagai upaya tindak lanjut,
pihaknya membentuk  regu guna melakukan pengejaran dan penyergapan. Regu aku bentuk sendiri, guna melakukan pengejaran dan penyergapan. Pertama anda  menciduk
tersangka ST, keesokan harinya anda meringkus terduga  SB. Mereka anda  bawa ke Polda Lampung Lampung dan seketika anda* bendung,” kata Anwar.Mengenai kasusnya, M Anwar mengungkapkan dua-duanya  adalah dua dari lima terduga perkiraan  problem gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar bernilai Rp10 miliar lebih yang tiga terduga* lainnya sudah* lebih dahulu di berikan ke Kejaksaan Tinggi Lampung. ‘

masih melaksanakan  pengembangan berkaitan dengan tak kooperatifnya tersangka. Mereka memungkiri panggilan penyidik Kita sedang dalami mengapa mereka melarikan
diri dan siapa saja yang tercebur  membantunya melarikan diri  katanya.
Menurut penjelasan  dari Anwar, pihaknya butuh mengkaji  dalil mereka melarikan diri, karena terdapat pasal yang dilanggar, merupakan menghalang-halangi penelusuran,
Pasal 21 Undang-Undang Tipikor. Disinggung kapan dua terduga  dilimpahkan, M Anwar menegaskan andai pengembangan dan pendalaman hal yang demikian  telah selesai,
seketika mungkin pihaknya bakal lantas melimpahkannya, sebab  perkara duagaan gratifikasi perangkat* kesehatan dan kedokteran hal yang

Dalam sidang yang dilangsungkan  di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung untuk tiga terdakwa grafitikasi kasus korupsi rsud bob bazar kalianda