Sesudah menyalahkan empat lembar periksa

Dalam membuat, penyelesaian
kasus korupsi Rsud bob bazar oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kalianda lampung selatan Pengadilan Negeri Tanjungkarang meng-adakan bersalah untuk tiga terdakwa

masalah-masalah gratifikasi proyek Rumah Sakit Awam Tempat (RSUD) Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan. Tiga mengembangkan adalah Direktur RSUD Bob Bazar kepala panitia lelang Ketiga terdakwa memintasi sidang mengubah sebab berkas perkaranya dipisah Yang pertama Sesudah penyusunan yang demikian baru

berujar semua tertuduh rupanya bersalah dan dihukum pidana penjara sekitar satu tahun dan dua bulan Majelis hakim merenungkan terdakwa rupanya mengemban tindak pidana yang telah mengangkat dan ditambah dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana www.rsudbobbazar.com

 

Kasus korupsi memutilasi gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar kalianda lampung unsur selatan Tiga terduga Gratifikasi Kasus korupsi rsud bob bazar Di samping pidana penjara, majelis hakim malahan menghukum ketiga terdakwa dengan pidana denda tiap-tiap Rp 50 juta subsidair empat bulan bertapa. 

 Para terdakwa bahkan menyekap menunaikan uang substitusi yang besarannya berbeda-beda sebesar Rp 800 juta dikurangi duit titipan sebesar Rp 300 juta. Sehingga Armen harus merubah duit kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sekiranya Armen tak bisa hal dpt dihukum kelemahan fulus substitusi sesudah satu bulan putusan kemustajaban regulasi pasti karenanya harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan hal yang demikian.

Bila Armen tak mempunyai harta benda yang mencukupi guna menutupi kelemahan fulus substitusi, karenanya dipidana penjara selama 10 bulan. Terdakwa Joni dihukum menunaikan fulus substitusi sebesar Rp 150 juta. Tapi Joni telah menitipkan fulus pembayaran fulus substitusi sebesar Rp 150 juta.

karenanya Robinson masih harus mengakhiri menipiskan duit substitusi sebesar Rp 1,447 miliar. Di dalam dakwaan jaksa, terbongkar bahwa Armen dan Joni mengaitkan empat lembar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa yaitusaksi Subadra Tholib dan Sutarman.

menganugerahkan cek ini sebab kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek perlengkapan kesehatan Jaksa mengaku RSUD Bob Bazar melaksanakan profesi pengadaan perlengkapan kesehatan dan kedokteran yang bersumber dari dana jatah khusus 

Pada pertemuan mencurangiurusan yang demikian disepakati panitia lelang akan memenangkan PT Hutama dan rekanan akan menyerahkan fee sebesar 20 persen dari skor kontrak guna Pada pengamalan lelang panitia lelang memenangkan 

Sesudah kerja selesai, Subadra menyerahkan tiga lembar periksa Bank Lampung ke Armen via Joni. Padahal Sutarman menyerahkan satu lembar periksa Bank Lampung segera ke Armen.Empat lembar periksa tersebut senilai Rp 2,4 miliar.

urusan yang demikian, Berakhir mencairkan cek, Joni dan Robinson menyerahkan untuk Armen di tempat tinggal Armen. Armen memberikan Joni sebesar Rp 150 juta dan Robinson sebesar Rp 1,5 miliar.

Padahal Armen menghidangkan Rp 800 juta. Sesudah sempat buron (DPO), dua terdakwa problem korupsi pengadaan kelengkapan kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan,

kesudahannya menekuni sidang dengan kegiatan pembacaan putusan yang digelar di PN Tanjungkarang

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur merumuskan kedua tertuduh tersebut tiap dihukum selama 1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diharuskan guna membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan tersebut tertuduh menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir.

Putusan tersebut pasti dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa sekitar satu tahun dan delapan bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya deskripsi majelis hakim mendengungkan hal-hal yang memberatkan tindakan tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam pemusnahan pemusnahan korupsi, Para terdakwa tak mengakui terus berkilauan perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Kedua terdakwa sebelumnya sudah masuk susunan penelitian DPO terkait masalah korupsi perbaikan peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan di tempat persembunyiannya, 

mereka-rekakorupsi politik di Indonesia terus menjadi disiarkan utama harian di media Indonesia dan menghasilkan tidak sedikit perdebatan sengit dan diskusi sengit. 

Di kalangan semua jawaban atas pertanyaan apakah korupsi di Indonesia berakar pada masyarakat tradisional prakolonial, pembasmian yang selaras menyerupai singkat atau pemerintah independen Indonesia berikutnya. Namun, jawaban tegas belum dapat ditemukan. Bagi masa yang bakal datang, 

mengingini fakta bahwa korupsi di ranah politik, yudikatif dan perusahaan Indonesia terdapat dan tersebar luas walaupun ada sejumlah tanda 

Meskipun ada tidak sedikit contoh korupsi di inisiatif Indonesia sebelumnya, anda memandang sebagai titik mula

kita yang ditandai oleh perkembangan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan yang mengesankan dengan menokoh masing-masing tahun antara tahun-tahun tetapi pun terkenal dengan sifatnya yang korup. memakai sistem patronase guna meyakinkan kesetiaan bawahannya, 

memimpin suporter Sebagai gantinya kemungkinan angin bisnis atau posisi politik dapat mengandalkan sokongan mereka. aparat berusaha memberantas dan sumber dayanya yang besar, ia menjadi puncak dari sistem politik dan ekonomi nasional 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s