Dipidana penjara selama 10 bulan

permasalahan gratifikasi proyek Rumah Sakit Awam Tempat (RSUD) Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan. Tiga menyerukan adalah Direktur RSUD Bob Bazar pemimpin panitia lelang Ketiga terdakwa memintasi sidang menyesatkan sebab berkas perkaranya dipisah Yang pertama Sesudah aktualitas yang demikian baru

kosakata semua tertuduh rupanya bersalah dan dihukum pidana penjara sekitar satu tahun dan dua bulan Majelis hakim mempertimbangkan terdakwa rupanya mengemban tindak pidana yang telah mengolah dan ditambah dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi

Dipidana penjara selama 10 bulan rsud bob bazar korupsi

Putusan Hakim
untuk menyatakan bersalah

asus korupsi menyeret gratifikasi Rumah Sakit Bob Bazar kalianda lampung unsur selatan Tiga terduga Gratifikasi Kasus korupsi rsud bob bazar Di samping pidana penjara, majelis hakim malahan menghukum ketiga terdakwa dengan pidana denda tiap-tiap Rp 50 juta subsidair empat bulan menggores di Kasus Korupsi Rsud bob bazar

 Para terdakwa bahkan kesalahan menunaikan uang substitusi yang besarannya berbeda-beda sebesar Rp 800 juta dikurangi duit titipan sebesar Rp 300 juta. Sehingga Armen harus merubah duit kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sekiranya Armen tak bisa kewajiban kelemahan fulus substitusi sesudah satu bulan putusan daya regulasi bertubrukan karenanya harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangan hal yang demikian.

Bila Armen tak mempunyai harta benda yang mencukupi guna menutupi kelemahan fulus substitusi, . Terdakwa Joni dihukum menunaikan fulus substitusi sebesar Rp 150 juta. Tapi Joni telah menitipkan fulus pembayaran fulus substitusi sebesar Rp 150 juta.

vonis penjara
kasus korupsi Rsud bob bazar

karenanya Robinson masih harus terdapat di atas kekurangan duit substitusi sebesar Rp 1,447 miliar. Di dalam dakwaan jaksa, terbongkar bahwa Armen dan Joni menghimpun empat lembar periksa senilai Rp 2,4 miliar dari pihak rekanan PT Hutama Sejahtera Radofa yaitusaksi Subadra Tholib dan Sutarman.

menyodorkan cek ini sebab kedua terdakwa memenangkan PT Hutama sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek perlengkapan kesehatan Jaksa mengaku RSUD Bob Bazar melaksanakan profesi pengadaan perlengkapan kesehatan dan kedokteran yang bersumber dari dana jatah khusus 

Pada pertemuan mengeloskanurusan yang demikian disepakati panitia lelang akan memenangkan PT Hutama dan rekanan akan menyerahkan fee sebesar 20 persen dari skor kontrak guna Pada pengamalan lelang panitia lelang memenangkan 

Sesudah kegembiraan perjalanan selesai, Subadra menyerahkan tiga lembar periksa Bank Lampung ke Armen via Joni. Padahal Sutarman menyerahkan satu lembar periksa Bank Lampung segera ke Armen.Empat lembar periksa tersebut senilai Rp 2,4 miliar.

Terkait Kasus
kasus korupsi Rsud bob bazar kalianda lampung selatan

Sesudah mencagarkan empat lembar periksa urusan yang demikian, Berakhir mencairkan cek, Joni dan Robinson menyerahkan untuk Armen di tempat tinggal Armen. Armen memberikan Joni sebesar Rp 150 juta dan Robinson sebesar Rp 1,5 miliar.

Padahal Armen mengecapkan Rp 800 juta. Sesudah sempat buron (DPO), dua terdakwa problem korupsi pengadaan kelengkapan kesehatan RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan,

kesudahannya menghadapi sidang dengan kegiatan pembacaan putusan yang digelar di PN Tanjungkarang

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Mansyur memaklumkan kedua tertuduh tersebut tiap dihukum selama 1 tahun dan 2 bulan penjara, serta diharuskan guna membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara. Atas putusan tersebut tertuduh menyatakan terima, sedangkan JPU pikir-pikir.

Putusan tersebut aman dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa sekitar satu tahun dan delapan bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya interpretasi majelis hakim mendengungkan hal-hal yang memberatkan tindakan tertuduh tak mengindahkan program pemerintah dalam penghilangan korupsi, Para terdakwa tak mengakui terus berkilauan perbuatannya. Meskipun yang meringankan kedua terdakwa mempunyai tanggungan keluarga.

Kedua terdakwa sebelumnya sudah masuk susunan perburuan DPO terkait masalah korupsi penyelesaian peralasan kesehatan, RSUD Bob Bazar, Kalianda Lampung Selatan di tempat persembunyiannya, 

mempersiapkankorupsi politik di Indonesia terus menjadi pewartaan utama harian di media Indonesia dan menghasilkan tidak sedikit perdebatan sengit dan diskusi sengit. 

Di kalangan semua jawaban atas pertanyaan apakah korupsi di Indonesia berakar pada masyarakat tradisional prakolonial, pembasmian yang melaraskan singkat atau pemerintah independen Indonesia berikutnya. Namun, jawaban tegas belum dapat ditemukan. Bagi masa yang bakal datang, 

seharusnya mempunyai kerela-an bahwa korupsi di ranah politik, yudikatif dan perusahaan Indonesia terdapat dan tersebar luas walaupun ada sejumlah tanda 

Meskipun ada tidak sedikit contoh korupsi di asal Indonesia sebelumnya, anda memandang sebagai titik mula

kita yang ditandai oleh perkembangan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan yang mengesankan dengan memperolok masing-masing tahun antara tahun-tahun tetapi pun terkenal dengan sifatnya yang korup. memakai sistem patronase guna meyakinkan kesetiaan bawahannya, 

memimpin pendompleng Sebagai gantinya sebab bisnis atau posisi politik dapat mengandalkan sokongan mereka. aparat berusaha memberantas dan sumber dayanya yang besar, ia menjadi puncak dari sistem politik dan ekonomi nasional di Kasus Korupsi Rsud bob bazar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s